Fungsinya Mengejutkan, Pemkab Pasuruan Bangun Tiga Shelter Bencana

JEJAKKHATULISTIWANEWS, BANGIL – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai menyiapkan infrastruktur tanggap darurat menghadapi musim hujan.

Saat ini, tiga shelter bencana sedang dibangun di tiga wilayah rawan banjir: Winongan, Rejoso, dan Bangil.

Pembangunan dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, dengan progres fisik kini mencapai lebih dari 15 persen.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, tiga shelter tersebut disiapkan sebagai pusat evakuasi dan pos koordinasi saat bencana terjadi.

“Pembangunan berjalan sesuai rencana. Targetnya, akhir tahun ini, struktur utama rampung. Tahun depan tinggal melengkapi peralatan pendukung,” ujarnya.

Menurut Sugeng, setiap shelter akan dilengkapi fasilitas dasar seperti ruang evakuasi, dapur umum, dan pos kesehatan.

Sementara personel siaga akan disiapkan oleh masing-masing kecamatan di bawah koordinasi BPBD.

“Kami ingin penanganan bencana lebih cepat dan terintegrasi. Tidak menunggu bantuan datang, tapi langsung bisa bergerak di lapangan,” tambahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menyambut baik pembangunan tiga shelter tersebut.

Namun ia menilai, pemerintah juga perlu memperhatikan pemerataan relawan dan kesiapan logistik di seluruh wilayah rawan.

“Waktu banjir besar di Rejoso beberapa waktu lalu, relawan terkonsentrasi di Bangil. Akibatnya, penanganan di lokasi lain agak terhambat,” ungkapnya.

Menurut Andri, selain infrastruktur fisik, sistem koordinasi dan respons cepat harus menjadi perhatian utama.

“Kami berharap BPBD lebih cepat tanggap. Evaluasi di wilayah Bangil, Gempol, dan Beji juga penting untuk memastikan jangkauan penanganan cukup merata,” tegas politisi asal PDI Perjuangan itu. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *