
Kab. Pasuruan, JKN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi membuka tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027. Agenda ini diawali dengan komitmen kuat dari seluruh jajaran pendidikan untuk menyelenggarakan proses seleksi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Proses ini menjadi fondasi penting dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan tanpa adanya diskriminasi bagi calon siswa baru. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengakses sekolah negeri pilihan mereka.
“Untuk penerimaan SPMB gratis tanpa ada pungutan apa pun bagi seluruh calon siswa,” ujar Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, Selasa (19/5). Ia menegaskan bahwa segala bentuk biaya tambahan yang tidak resmi sangat dilarang keras selama masa pendaftaran berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasuruan Mas Rusdi memberikan peringatan tegas kepada seluruh pihak agar menjauhi praktik-praktik kecurangan yang dapat merusak integritas pendidikan. Hal ini mencakup larangan adanya titipan dari pihak manapun serta manipulasi data administratif yang sering menjadi sorotan setiap tahunnya.
“Semua anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati di hadapan para kepala sekolah dan jajaran dinas. Ia mengingatkan bahwa keadilan dalam seleksi adalah hak mutlak setiap warga negara yang harus dijaga oleh pemerintah.
Selain pengawasan dari internal, keterlibatan operator sistem dan panitia seleksi diminta untuk lebih profesional dalam mengelola alur pendaftaran. Integritas petugas di lapangan menjadi kunci utama agar tidak ada celah bagi oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari proses penerimaan siswa.
“Kami berharap semua sekolah yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menjalankan tugasnya dengan baik,” tambah Mas Rusdi. Komitmen yang telah dituangkan dalam pakta integritas diharapkan mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang jujur dan melayani.
Melalui pengawasan yang ketat dan sistem yang bersih, Kabupaten Pasuruan optimis dapat melahirkan generasi terdidik yang berangkat dari proses seleksi yang fair. Penyelenggaraan SPMB tahun ini diharapkan menjadi standar baru bagi kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan Pasuruan. MAR
