Menuai Masa Depan di Tutur Pasuruan, Kemenkeu Mengajar Jadi Gerakan Sosial untuk Menanam Inspirasi, Menumbuhkan Nilai

JEJAKKHATULISTIWANEWS, KAB. PASURUAN – Kemenkeu Mengajar adalah program yang sudah berjalan selama satu dekade ini.

Tak hanya jadi program tahunan semata, melainkan gerakan perubahan sosial yang menumbuhkan nilai di setiap pelosok negeri.

Kali ini Kemenkeu Mengajar kembali hadir membawa perubahan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Senin (10/11).

Kegiatan ini diikuti puluhan relawan dari berbagai unit vertikal Kementerian Keuangan termasuk Bea Cukai Pasuruan, Kantor Pajak Pasuruan, dan Bea Cukai Sidoarjo.

Selain itu, banyak pula relawan yang datang dari Surabaya, Jakarta hingga Sulawesi dan Kalimantan.

Mereka bersama mendatangi SMPN 1 Tutur, Kabupaten Pasuruan dan berdiri bersama para siswa.

Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan Hatta Wardhana bersama perwakilan sekolah melakukan prosesi simbolis pemotongan pita dan penanaman pohon nilai, yang melambangkan tumbuhnya semangat baru di dunia pendidikan.

“Anak-anak ini adalah masa depan Indonesia. Tugas kita bukan hanya mengajar, tapi menanamkan inspirasi,” ujar Hatta dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajari peran Kementerian Keuangan, juga nilai-nilai utama instansi.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan melalui metode interaktif seperti permainan, simulasi, dan diskusi ringan.

Dengan harapan, para siswa dapat memahami bahwa setiap rupiah, adalah hasil gotong royong rakyat yang harus dijaga serta terus tumbuh rasa cinta terhadap tanah air.

Selain itu, anak-anak juga diajarkan merawat cita-cita dan menyalakan asa, untuk masa depan yang lebih cerah.

Hal itu dilakukan dengan cara mengajak mereka untuk menuliskan cita-cita di pohon yang dinamai pohon harapan.

“Ini jadi sebuah simbol bahwa perjalanan masa depan yang harus ditanam dan dirawat seperti pohon,” terang Hatta.

Hatta berharap, adanya pogram ini dapat melahirkan perubahan besar yang dimulai dari langkah-langkah kecil.

Menurutnya, Kemenkeu Mengajar adalah bukti nyata bahwa berbagi ilmu bukan hanya tentang memberi, tapi juga tentang menyalakan kembali semangat untuk mencintai negeri.

“Kami berharap lahir keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil, dari satu kelas, satu cerita, dan satu anak yang berani bermimpi,” harapnya. DR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *