
PASURUAN, JEJEAKKHATSULISTIWANEWS – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mempercepat pemerataan akses air bersih dengan membangun menara air di enam desa yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh pasokan air layak. Program yang dikerjakan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) itu ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan ratusan kepala keluarga di setiap lokasi.
Enam desa penerima program meliputi Desa Tambaksari dan Jatisari di Kecamatan Purwodadi, Desa Sibon di Kecamatan Pasrepan, Desa Klangrong dan Lorokan di Kecamatan Kejayan, serta Desa Kenep di Kecamatan Beji. Pembangunan dibiayai melalui APBD Kabupaten Pasuruan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.
Kepala DCKTR Kabupaten Pasuruan melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Widya Purwanti, mengatakan sebagian besar pekerjaan telah selesai. Hingga akhir Juli 2026, pembangunan hanya menyisakan menara air di Desa Lorokan yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Pengerjaannya sudah selesai di lima desa, tinggal pembangunan menara air di Desa Lorokan, Kecamatan Kejayan, yang masih dalam progres,” kata Widya saat meninjau pemanfaatan menara air di Dusun Kenep, Desa Kenep, Kecamatan Beji, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, proyek tersebut tidak hanya membangun menara air, tetapi juga jaringan perpipaan beserta sambungan rumah agar masyarakat dapat langsung menikmati layanan air bersih. Air dipompa dari sumur menuju menara penampungan sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga.
“Dari sumur, air kita sedot dan kita naikkan ke atas, kemudian ditampung ke dalam menara supaya bisa disalurkan ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Menurut Widya, satu menara memiliki kapasitas tampung hingga 8.000 liter atau 8 meter kubik air bersih. Kapasitas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga dalam satu lingkungan RT atau RW.
“Paling penting, satu menara mampu menampung 8.000 liter air bersih yang dapat dimanfaatkan sekitar 200 kepala keluarga,” terangnya.
Widya menambahkan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan menara air di Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, dan Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, serta bak penampung berkapasitas 200 meter kubik di Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang. Seluruh proyek tersebut kini memasuki tahap persiapan.
Manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Warga Dusun Kenep, Mat Kholil (53), mengaku kini tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih setelah jaringan air tersambung ke rumahnya sejak Juni lalu.
“Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir ke rumah, jernih dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dulu kami kesulitan karena sumur mengering saat musim kemarau,” pungkasnya. DIK


